ANALISIS DETERMINAN KEJADIAN ANEMIA ZAT BESI PADA BALITA BERDASARKAN TELENURSING KALKULATOR ZAT BESI DI PADUKUHAN KEMBANGPUTIHAN
DOI:
https://doi.org/10.52299/jks.v17i02.687Keywords:
Anemia Zat Besi, Aplikasi eNutrie, BalitaAbstract
Latar Belakang: Anemia defisiensi besi pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi tinggi yang berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, dan daya tahan tubuh anak. Pemanfaatan teknologi telenursing dan kalkulator zat besi berpotensi meningkatkan akses edukasi kesehatan serta membantu skrining risiko kekurangan zat besi secara dini. Tujuan: Menganalisis faktor yang memengaruhi kejadian anemia defisiensi besi pada balita menggunakan pendekatan teknologi telenursing berbasis kalkulator zat besi. Metode: Penelitian dilakukan pada 28 balita melalui wawancara dan pengisian kuesioner menggunakan aplikasi kalkulator zat besi berbasis telenursing. Data karakteristik responden, pola konsumsi sumber zat besi, dan risiko defisiensi besi dianalisis secara statistik untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia. Hasil: Responden berusia 9–55 bulan dengan variasi berat dan tinggi badan. Sebanyak 89,3% balita berisiko mengalami kekurangan zat besi, dengan risiko tertinggi pada kelompok usia 6–12 bulan dan 25–36 bulan. Sebagian besar (85,7%) termasuk kategori risiko tinggi, terutama dipengaruhi rendahnya konsumsi hati ayam dan sereal fortifikasi. Simpulan: Pendekatan telenursing melalui kalkulator zat besi efektif mengidentifikasi risiko anemia defisiensi besi pada balita dan berpotensi mendukung deteksi dini di layanan kesehatan primer. Integrasi aplikasi e-Nutrie ke dalam skrining gizi rutin di posyandu dan puskesmas direkomendasikan untuk meningkatkan upaya pencegahan anemia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
