HUBUNGAN PAPARAN ASAP ROKOK DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA JERUKAN KECAMATAN JUWANGI KABUPATEN BOYOLALI

Authors

  • Intan Sariyani STIKES ESTU UTOMO BOYOLALI
  • Titik Wijayanti
  • Triani Yuliastanti

DOI:

https://doi.org/10.52299/jks.v17i02.683

Keywords:

asap rokok, balita, dan stunting

Abstract

Data stunting di kabupaten Boyolali tahun 2025 adalah 9,91% kasus, di desa Jerukan sebanyak 28,48%. Paparan asap rokok merupakan salah satu faktor risiko lingkungan yang potensial memunimbulkan resiko stunting selain itu, ISPA, sindrom kematian mendadak pada bayi, dan infeksi telinga. Paparan asap rokok di desa Jerukan sebanyak 62,75% rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paparan asap rokok dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di desa Jerukan kecamatan Juwangi kabupaten Boyolali". Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei analitik cross sectional. Populasi sejumlah 104 responden. Tehnik sampling yang digunakan adalah total sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner paparan asap rokok dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.

Hasil penelitian didapatkan 53 (51,0%) responden yang terpapar asap rokok terdapat 16 (15,4%) mengalami stunting dan 51 (49,0%) yang tidak terpapar asap rokok terdapat balita stunting sebanyak 4 (3,8%). Berdasarkan uji Chi-Square nilai p-value 0,004 (p < 0,05), nilai Pearson Chi-Square 8,355. Sehingga H0 di tolak dan Ha diterima

 Kesimpulan menunjukan hubungan yang signifikan antara paparan asap rokok dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di desa. Saran untuk orang tua balita untuk tidak merokok di dalam rumah atau di dekat balita, menciptakan lingkungan rumah bebas asap rokok.

Article Metrics
10 Article Visits
4 PDF Downloads
0 Citations

Downloads

Published

31-07-2026