HUBUNGAN PARITAS DAN KELAINAN LETAK DENGAN KEJADIAN KPD IBU BERSALIN DI RSUD WARAS WIRIS BOYOLALI TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.52299/jks.v17i02.681Keywords:
Kelainan Letak Janin, Paritas, Ibu Bersalin, KPDAbstract
Latar Belakang. Ketuban Pecah Dini atau KPD terjadi karena melemahnya daya tahan ketuban dipercepat dengan adanya infeksi yang mengeluarkan enzim proteolotik dan kolagenase. Faktor resiko terjadinya preeklampsia diantaranya paritas dan letak janin. Pada tahun 2025 terdapat 562 ibu bersalin dan 220 diantaranya mengalami KPD atau 39,14%. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paritas dan kelainan letak dengan Kejadian KPD pada ibu bersalin. Metode Penelitian. Penelitian kuantitatif dengan design restrospektif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu seluruh ibu bersalin di RSUD Waras Wiris Boyolali tahun 2025 yaitu sejumlah 562. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling. Alat instrument yang digunakan adalah lembar rekapitulasi data dari rekam medis. Analisis data menggunakan chi square. Hasil Penelitian. Responden paling banyak berumur 20-35 tahun sejumlah 297 responden (52,8%), pekerja sebanyak 298 responden (53%), memiliki riwayat KPD sebanyak 288 responden (51,2%), memiliki Hb ?11 gr/dL yaitu 358 responden (63,7%), multipara sejumlah 266 responden (47,3%), tidak memiliki kelainan letak sebanyak 295 responden (52,5%), tidak mengalami kejadian KPD ada 342 responden (60,9%). Hasil uji chi square untuk paritas p-value 0.000 dan kelainan letak p-value 0,000, kedunya < 0,05 artinnya Ha diterima dan Ho ditolak maka ada hubungan antara Paritas dan kelainan letak janin terhadap Kejadian KPD pada Ibu bersalin di RSUD Waras Wiris Andong Boyolali.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
