HUBUNGAN ANEMIA DAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD KOTA SALATIGA (Revisi)
DOI:
https://doi.org/10.52299/jks.v17i02.673Keywords:
BBLR, Anemia, KEK, Ibu HamilAbstract
Angka kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Kota Salatiga meningkat dari 12,6% (2024) menjadi 14,3% (2025). Masalah ini diduga berkaitan dengan kondisi anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan anemia dan KEK dengan kejadian BBLR. Penelitian kuantitatif analitik observasional menggunakan desain case-control dan pendekatan retrospektif. Dari populasi 874 bayi lahir tahun 2025, diambil sampel sebanyak 375 responden (125 kelompok kasus dan 250 kelompok kontrol) menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square. Mayoritas responden berusia 20–35 tahun (60,0%), berpendidikan dasar (41,1%), dan tidak bekerja (55,2%). Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara anemia dengan BBLR (p < 0,001; OR = 2,566) serta KEK dengan BBLR (p < 0,001; OR = 3,231). Hal ini membuktikan bahwa ibu hamil dengan anemia dan KEK memiliki risiko beberapa kali lipat lebih tinggi melahirkan bayi BBLR karena gangguan suplai nutrisi janin. Terdapat hubungan yang signifikan antara anemia dan KEK dengan kejadian BBLR di RSUD Kota Salatiga. Upaya pencegahan memerlukan peningkatan skrining berkala serta edukasi gizi intensif bagi ibu hamil.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
