HUBUNGAN FATHER KANGAROO CARE DENGAN DURASI MENYUSU BAYI BARU LAHIR DI RUANG NIFAS RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN HADLIRIN JEPARA

Authors

  • Menik Rusmiati Universitas Muhammadiyah Kudus
  • IKA TRISTANTI
  • Atun Wigati

DOI:

https://doi.org/10.52299/jks.v17i02.631

Keywords:

Father Kangaroo Care, durasi menyusu

Abstract

Menyusui merupakan proses penting pada awal kehidupan bayi karena berperan dalam pemenuhan kebutuhan gizi, peningkatan imunitas, dan pembentukan ikatan emosional antara ibu dan bayi. Salah satu indikator keberhasilan menyusui adalah durasi menyusu. Durasi menyusu yang kurang optimal dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya kurangnya dukungan dari ayah. Father Kangaroo Care (FKC) merupakan bentuk keterlibatan ayah melalui kontak kulit ke kulit dengan bayi yang dapat meningkatkan kenyamanan bayi dan kesiapan menyusu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Father Kangaroo Care dengan durasi menyusu bayi baru lahir di Ruang Nifas Rumah Sakit Islam Sultan Hadlirin Jepara. Metode penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan two group posttest only design. Populasi penelitian adalah seluruh bayi baru lahir normal usia 0–3 hari yang dirawat di RSI Sultan Hadlirin Jepara pada bulan November–Desember 2025. Sampel berjumlah 34 responden yang dipilih dengan teknik simple random sampling, terdiri dari 17 bayi kelompok FKC dan 17 bayi kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bayi pada kelompok tanpa FKC memiliki durasi menyusu kategori kurang (94,2%), sedangkan pada kelompok FKC sebagian besar bayi memiliki durasi menyusu kategori baik (94,2%). Hasil uji Fisher Exact Test menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara Father Kangaroo Care dengan durasi menyusu bayi baru lahir. Penerapan Father Kangaroo Care direkomendasikan untuk mendukung keberhasilan menyusui.

 

Article Metrics
7 Article Visits
4 PDF Downloads
0 Citations

Downloads

Published

31-07-2026