HUBUNGAN STIMULASI MENGGAMBAR DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN HADLIRIN JEPARA
DOI:
https://doi.org/10.52299/jks.v17i02.630Keywords:
Stimulasi menggambar, perkembangan motorik halus, anak usia 3-5 tahunAbstract
Keterlambatan perkembangan motorik halus pada anak dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor internal, seperti kondisi genetik dan gangguan neuromuskular, maupun faktor eksternal, salah satunya kurangnya stimulasi. Anak yang kurang mendapatkan stimulasi cenderung mengalami kelemahan koordinasi mata dan tangan serta kesulitan melakukan gerakan halus yang presisi. Oleh karena itu, stimulasi motorik halus yang terarah dan berkelanjutan sejak usia dini sangat penting untuk mendukung perkembangan anak secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stimulasi menggambar terhadap perkembangan motorik halus anak usia 3–5 tahun di Rumah Sakit Islam Sultan Hadlirin Jepara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan one group pretest–posttest design. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan stimulasi menggambar, sebagian besar responden berada pada kategori perkembangan motorik halus meragukan sebanyak 31 anak (81,6%) dan 5 anak (13,2%) mengalami penyimpangan. Setelah diberikan stimulasi menggambar, perkembangan motorik halus anak meningkat, dengan 32 responden (84,2%) berada pada kategori sesuai. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara stimulasi menggambar dan perkembangan motorik halus anak usia 3–5 tahun di RSI Sultan Hadlirin Jepara.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
