PERBANDINGAN PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SALAM DAN JUS MENTIMUN TERHADAP TEKANAN DARAH WANITA MENOPAUSE YANG MENGALAMI HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEKINCAU KABUPATEN LAMPUNG BARAT

Authors

  • Rini Wahyuni
  • Fitriyanti Fakultas Kesehatan Program Studi Sarjana Kebidanan Universitas Aisyah Pringsewu
  • Siti Maesaroh
  • Riona Sanjaya
  • Putri Arshella

DOI:

https://doi.org/10.52299/jks.v16i02.410

Keywords:

Air rebusan daun salam, jus mentimun, tekanan darah, menopause

Abstract

Hipertensi terjadi ketika tekanan darah di arteri melebihi batas normal, yaitu sistolik ? 140 mmHg dan/atau diastolik ? 90 mmHg. Prevalensi hipertensi global mencapai 46%, di Indonesia 29,2%, dan di Puskesmas Sekincau 26,26%. Pengobatan non-farmakologis seperti konsumsi air rebusan daun salam dan jus mentimun dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efek kedua bahan tersebut pada tekanan darah wanita menopause dengan hipertensi. Penelitian kuantitatif quasi-eksperimental ini melibatkan 30 responden, dibagi dalam tiga kelompok: rebusan daun salam, jus mentimun, dan kontrol. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian rebusan daun salam, jus mentimun, dan obat memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah (p-value = 0,000), namun tidak ada perbedaan signifikan antara daun salam dan jus mentimun (p-value = 0,890). Tekanan darah kelompok jus mentimun dan daun salam lebih rendah dibandingkan kelompok obat (p < 0,05). Disarankan untuk memberikan edukasi konsumsi daun salam dan jus mentimun serta pemantauan jangka panjang. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi efektivitasnya, terutama jika dikombinasikan dengan pola hidup sehat.

Share This Article

Article Metrics
73 Article Visits
73 PDF Downloads
0 Citations

Downloads

Published

31-07-2025