HUBUNGAN OBESITAS DENGAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AJUNG KAB. JEMBER

  • Supatmi Stikes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong probolinggo
  • Yessy Nur Endah Sary
  • Mega Silvian Natalia
Keywords: Obesitas, Preeklamsia, Ibu Hamil

Abstract

Obesitas didefinisikan tiga kelas dan lebih tinggi kelas memiliki risiko kesehatan yang lebih besar. Obesitas dapat disebabkan oleh perilaku dan faktor genetik. Perilaku tersebut di atas terdiri dari pola makan, aktivitas fisik, penggunaan obat serta faktor pendukung dari kehidupan sosial seperti makanan, pendidikan dan pemasaran makanan (American College of Obstetricians and Gynecologists, 2021). Kejadian obesitas pada ibu hamil juga menimbulkan risiko hasil negatif bagi ibu dan dirinya janin. Risiko ibu selama kehamilan termasuk diabetes gestasional, preeklamsia, pasca-melahirkan perdarahan, dan apnea tidur. Janin juga berisiko lebih tinggi mengalami keguguran, makrosomia, premature kelahiran, kelainan kongenital dan bahkan dapat menyebabkan kematian bayi (American College of Obstetricians and Gynecologists, 2021). Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator kesehatan ibu. Menurut WHO (2019) komplikasi utama yang menyebabkan hampir 75% dari semua kematian ibu diantaranya tekanan darah tinggi selama kehamilan (pre-eklampsia dan eklampsia). Penelitian menggunakan design analitik asosiasi yaitu mencoba mencari hubungan antar variabel dengan pendekatan Cross Sectional. penelitian ini menggunakan metode simple random sampling dengan tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan Kohort. Pengujian bivariat dilakukan dengan uji Chi Square dengan nilai p value < 0,05. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara obesitas dan preeklamsia. Setelah dilakukan uji Chi Square didapatkan nilai Pvalue (Sig. 2 tailed) sebesar 0,000, karena Pvalue < α (α = 0,05), yang artinya terdapat hubungan obesitas dengan preeklamsia di wilayah kerja puskesmas Ajung Kab. Jember.

Published
2024-01-31