PERBEDAAN BERAT BADAN LAHIR BAYI PADA IBU HAMIL KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) DAN IBU HAMIL ANEMIA DI PUSKESMAS MLONGGO

  • Lailatul Mustaghfiroh
  • Intan Pradina Virna Faradila
  • Devi Rosita
Keywords: Berat badan lahir, KEK, Anemia

Abstract

Latar belakang Angka Kematian Bayi (AKB) di Jawa Tengah tahun 2017 cukup tinggi yaitu dari 8,9 / 1000 kelahiran hidup dan BBLR menjadi salah satu penyebabnya. Kejadian BBLR dipengaruhi beberapa faktor diantaranya ibu hamil yang Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan anemia, data Dinas Kabupaten Jepara tahun 2017 didapatkan bahwa jumlah BBLR di Kanupaten Jepara sebanyak 567 bayi dan Puskesmas Mlonggo memiliki jumlah BBLR terbanyak yaitu 49 kasus. . Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui perbedaan berat badan lahir bayi pada ibu hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan ibu hamil anemia di Puskesmas Mlonggo Kabupaten Jepara. Metode penelitian ini adalah analitik korelatif, dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di Puskesmas Mlonggo Kabupaten Jepara dengan teknik sampling purposive sampling sehingga didapatkan responden 56 orang. Teknik pengumpulan data penelitian dengan lembar observasi, analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Mann-Whitney Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi berat badan lahir pada ibu hamil yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) didapatkan mayoritas normal sebanyak 18 responden (64,3%), bayi berat badan lahir pada ibu hamil yang mengalami anemia didapat mayoritas BBLR sebanyak 23 responden (82,1%). Simpulan terdapat perbedaan berat badan lahir bayi pada ibu hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan ibu hamil anemia di Puskesmas Mlonggo Kabupaten Jepara (ρ value < 0,05 = 0,003), diharapkan Puskesmas/ Pemerintah dalam memberikan memberikan tablet Fe dan biskuit pada ibu hamil KEK dan anemia pada saat periksa hamil dan kelas ibu hamil baik secara individu maupun kelompok.

Published
2020-07-31