ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN KB METODE OPERASI WANITA (MOW) PADA PASANGAN USIA SUBUR DI DESA WINONG KECAMATAN PATI KABUPATEN PATI

  • Erika Fuadsanah
  • Sri Hadi Sulistiyaningsih
  • Yuli Irnawati
Keywords: Kontrasepsi Mantap, Usia, Paritas, Dukungan Suami, Pemilihan KB MOW

Abstract

Kontrasepsi mantap pada wanita adalah setiap tindakan pada kedua saluran telur yang mengakibatkan orang yang bersangkutan tidak akan mendapatkan keturunan lagi dan kontrasepsi ini untuk jangka panjang (Sri Handayani, 2010). Berdasarkan survey awal yang dilakukan kepada 10 responden didapatkan hasil bahwa ada 5 responden menggunakan KB MOW dikarenakan usia diatas 30 tahun, mempunyai anak diatas 2, dan mendapatkan dukungan dari suami. 2 responden menggunakan KB implant dan 3 responden menggunakan KB suntik 3 bulan.
Jenis penelitian yang digunakan analitik korelasi dengan pedekatan cross sectional. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB MOW sebanyak 94. Sampel sebanyak 33 responden. Teknik sampling menggunakan Stratified Random Sampling. Uji statisik yang digunakan adalah Chi Square.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memilih menggunakan KB MOW yaitu usia ≥ 30 tahun sebanyak 30 orang (90,9%), paritas ≥ 2 sebanyak 32 (97%), dan mendapatkan dukungan suami mendukung sebanyak 27 orang (81,8%). Tidak ada hubungan antara usia dengan pemilihan KB MOW diperoleh hasil ????2= 0,112 dan p value = 1,000, paritas dengan pemilihan KB MOW diperoleh hasil ????2= 0,760 dan p value = 1,000, dan dukungan suami dengan pemilihan KB MOW diperoleh hasil ????2= 3,243 dan p value = 1,000.
Diharapkan bagi tenaga kesehatan untuk dapat meningkatkan pemberian konseling dan informasi mengenai metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) khususnya KB MOW.

Published
2020-01-22