HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN DIAPER RUSH PADA BALITA DI DESA RANDUAGUNG KECAM ATAN SUMBER KABUPATEN REMBANG

  • Hermin Susanti
  • Puji Hastuti
Keywords: Personal Higiene, Diaper Rush

Abstract

Diaper rush adalah iritasi kulit yang berkembang pada daerah yang tertutup oleh popok. Diaper rush paling banyak terjadi pada bayi. Prevalensi bervariasi dilaporkan dari 4-35% pada tahun pertama kehidupan. Diaper rush dapat bermula pada neonatus segera setelah anak memakai popok. Insiden tertinggi pada umur 712 bulan, menurun sesuai umur. Diaper rush berhenti setelah anak mendapatkan latihan toilet training sekitar 2-2,5 th. Pada umur ini juga dapat terjadi diaper rush. Dari survey awal pendahuluan yang telah dilakukan penulis 10 balita, 6 balita terkena diaper rush. Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 33 balitan dengan total sampling. Sedangkan uji statistik yang di gunakan adalah uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal hygiene yang buruk 22 (66,67%) menyebabkan terjadinya Diaper rush. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara personal hygiene dengan kejadian diaper rush (X2 hitung > X2 tabel (32,96 > 3,841). Balita dengan personal higiene yang buruk diharapkan memperhatikan personal higiene balitanya dengan baik. Dan memperbaiki personal higienenya.

Published
2016-01-29