PENGARUH LAMA WAKTU PEMBERIAN FERRO SULFAT TERHADAP KADAR MALONDIALDEHIDA (MDA) PADA EL HEPAR TIKUS BUNTING (Rattus norvegicus)

  • Erlyn Hapsari
Keywords: Stress oksidatif, Sulfas Ferrosus, Malondialdehida

Abstract

Besi dalam sirkulasi normalnya akan berikatan dengan transferin, namun dengan adanya akumulasi besi yang berlebih mengakibatkan kapasitas transferin jenuh dapat mengakibatkan terbentuknya Non-Transferin Bound Iron (NTBI) yang menghasilkan reaksi Fenton dan Habber Weiss. Akumulasi zat besi yang berlebih dapat menjadi racun karena kemampuannya untuk menghasilkan spesies oksigen reaktif (ROS) yang akhirnya akan mengakibatkan terjadinya stres oksidatif sehingga dapat mengakibatkan kerusakan oksidatif diantaranya kerusakan jaringan dan organ seperti pada organ hati, pankreas dan ginjal, serta dapat mengakibatkan kematian sel. Stress oksidatif merupakan indikator ketidakseimbangan antara antioksidan dan ROS dimana terdapat peningkatan ROS yang menyebabkan kerusakan oksidatif. Kerusakan oksidatif ditandai dengan peningkatan lipid peroksidase yang salah satunya dapat dilihat dari peningkatan kadar MDA. MDA merupakan produk peroksidase lipid di dalam tubuh dan metabolit komponen sel yang dihasilkan oleh radikal bebas. Konsentrasi MDA yang tinggi menunjukkan adanya proses oksidasi dalam membran sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pemberian ferro sulfat terhadap kadar Malondialdehida (MDA) pada sel hepar tikus bunting jenis Rattus norvegicus. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pendekatan post test only control group design menggunakan 24 ekor tikus bunting yang dibagi secara acak menjadi empat kelompok yaitu kelompok kontrol (tikus bunting tanpa diberi tablet fe), kelompok I (tikus bunting yang diberi fe dosis 5,4 mg/200 gr BB selama 20 hari), kelompok II (tikus bunting yang diberi Fe dosis 5,4 mg/200 gr BB selama 13 hari), kelompok III (tikus bunting yang diberi Fe dosis 5,4 mg/200 gr BB selama 6 hari). Pengukuran kadar Malondialdehida (MDA) dengan menggunakan metode Spectofotometri. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji One Way Anova dan uji LSD. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh lama pemberian ferro sulfat terhadap kadar Malondialdehida (MDA) sel hepar pada tikus bunting (p < 0,05). Ferro sulfat dapat meningkatkan MDA (pada rerata 5.36±0.50 µM/mL) secara optimum pada dosis 5,4 mg/200 gr BB selama 20 hari selama masa kebuntingan bila dibandingkan dengan kelompok perlakuan yang lain.

Published
2018-01-31